HOW TO CONTACT US

1Via phone +62 21 8068 3018
2Email: support@triasmitra.com
3Our office

If you still have problems, please let us know. Thank you!

OFFICE HOURS

Mon-Fri 9:00AM - 5:00PM
Sat-Sundays by appointment only!

FORGOT YOUR PASSWORD?

*

Menkominfo Saksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bakamla – Triasmitra

JAKARTA (Pos Kota) – Dengan disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia tanda tangani Nota Kesepahaman tentang Pelaksanaan Pengamanan laut dengan PT. Ketrosden Triasmitra.

Dari pihak Bakamla RI dilakukan Sekretaris Utama Bakamla RI Laksda TNI Agus Setiadji, S.AP., sedangkan pihak PT Ketrosden Triasmitra dilakukan Direktur Utama Titus Dondi Patria. Penandatanganan berlangsung di Gedung Graha 9, Auditorium Lt.2, Jalan Proklamasi No 9 jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017).

Mengawali sambutannya, Sestama Bakamla RI mengatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah yang sangat tepat guna menyelaraskan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak dengan prinsip saling menguntungkan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Bagi Bakamla RI, keamanan laut bukan hanya masalah penegakan hukum di laut, tetapi memiliki ruang lingkup yang lebih luas, yaitu tercapainya situasi dan kondisi dimana laut bebas dari kerawanan akan tindak kekerasan, bebas dari kerawanan akan tersedianya sarana navigasi laut, bebas dari kerawanan terhadap sumber daya laut berupa pencemaran lingkungan dan pengrusakan ekosistem, serta laut bebas dari kerawanan terjadinya pelanggaran hukum.

Mengakhiri sambutannya, Laksda Agus berharap nota kesepahaman ini tidak saja dapat membina hubungan kelembagaan yang erat, khususnya dalam pengamanan laut, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM Bakamla, memperkuat kemandirian bangsa di laut, serta turut mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritime dunia.

Sebelumnya, Titus juga menyampaikan dalam sambutannya, rasa senang dan apresiasinya karena melalui kesepahaman ini mereka merasakan adanya rasa aman untuk pengamanan instalasi penting. Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa PT ini bekerja dalam bidang pemasangan kabel bawah laut. Ketika kabelnya putus karena kapal dan kapal itu tidak dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS), kami bingung harus lapor ke siapa, lanjutnya.

Menyambung apa yang disampaikan kedua belah pihak, Menteri Kominfo berharap kedepannya, setelah ada kesepahaman ini maka infrastruktur dari instalasi penting ini untuk pengamanannya dapat diserahkan pada instansi terkait, dalam hal ini Bakamla RI.

Turut hadir dalam acara penandatangan nota kesepahaman ini antara lain Plt. Deputi Kebijakan dan Strategi Brigjen Pol Drs. Arifin, M.H., Plh. Deputi Inhuker Sandi, S.H., M.H., Direktur Latihan Laksma TNI Muspin Santoso, Direktur Hukum Laksma TNI Yuli Dharmawangsa, S.H., M.H., Direktur Operasi Laut Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr., Direktur Operasi Udara Marsma TNI Demitrius Widiantoro, M.BA., Kepala Biro Umum laksma TNI Suradi A.S., S.T., S.Sos., M.M., Direktur Penelitian dan Pengembangan Brigjen Pol Dr. Drs. Abdul Ghofur, S.H., M.H., Direktur Data dan Informasi Laksma TNI Isbandi Andrianto, S.E., M.M., beserta beberapa pejabat eselon III dan IV terkait.

Kasubbag Humas Bakamla RI
Kapten Marinir Mardiono

 

 

Source: Poskota News

Triasmitra Gandeng Bakamla Amankan Kabel Laut

JAKARTA (IndoTelko) - PT Ketrosden Triasmitra (Triasmitra) menggandeng Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) untuk mendukung pengamanan kegiatan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL).

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Direktur utama Ketrosden Triasmitra, Titus Dondi dengan Laksamana Muda TNI, Agus Setiadji selaku Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), dan disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

"Kabel laut ini adalah salah satu infrastruktur strategis, jadi dibutuhkan pengamanan yang maksimal," kata Rudiantara kala memberikan sambutan di Jakarta, Selasa (1/8).

 Dikatakannya, selama ini pengamanan kabel laut banyak dilakukan oleh pemilik jaringan, tetapi pemerintah ingin mendorong pengamanan juga dilakukan oleh pihak keamanan salah satunya Bakamla. "Saya juga ingin sosialisasikan ke instansi lainnya tentang infrastruktur strategis ini. Misal, untuk jalur kapal dibuat yang tidak menganggu rute jalur kabel laut dan sebagainya," katanya.

Sementara Titus mengatakan adanya kerjasama ini bertujuan untuk lebih memberikan perlindungan dan pengamanan sistem komunikasi kabel laut.

"Keamanan kabel laut menjadi hal yang sangat penting, baik bagi perusahaan/ operator pemilik kabel laut maupun perusahaan swasta lainnya yang ikut membantu dan berkontribusi dalam melakukan pengamanan sistem kabel laut di Indonesia," katanya.

Diungkapkannya, selama ini jika ada kabel yang putus oleh kapal laut, maka yang memperbaiki kembali adalah si pemilik. Namun, dengan adanya kerjasama Triasmitra dengan Bakamla, kapal yang mengakibatkan putusnya kabel bisa diminta pertanggungjawaban untuk memperbaiki kerusakan.

Saat ini pun Triasmitra telah melakukan berbagai sistem keamanan kabel bawah laut, diantaranya dengan memonitor dan mengarahkan aktifitas pergerakan kapal yang ber AIS ( Automatic Indentification System) di sepanjang jalur kabel laut yang berpotensi merusak kabel laut.

Memberikan peringatan untuk kapal yang sedang berlayar di sekitar jalur kabel dengan kecepatan < 2 knot atau membuang jangkar di radius 2 mil dari jalur kabel.

Melakukan patroli laut secara rutin di daerah yang rawan kerusakan kabel ( area dekat Pelabuhan, pertambangan, dsb). Kapal patrol ini melakukan pengarahan apabila ada kapal yang tidak ber AIS ditemukan membuang jangkar disekitar area kabel (Guard Zone area / 500 – 1000 meter dari jalur kabel).

Melakukan Koordinasi ke aparat yang berwenang jika terdapat kapal yang berpotensi merusak kabel, dan tidak mau diarahkan menjauh dari jalur kabel laut. 

"Biasanya kabel itu banyak putus dekat pelabuhan. Kita tahun lalu mengalami putus dua sampai tiga kali. Satu kali kabel putus itu butuh biaya perbaikan sekitar Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar," pungkasnya.

 

 

Source: Indotelko

TOP