HOW TO CONTACT US

1Via phone +62 21 8068 3018
2Email: support@triasmitra.com
3Our office

If you still have problems, please let us know. Thank you!

OFFICE HOURS

Mon-Fri 9:00AM - 5:00PM
Sat-Sundays by appointment only!

FORGOT YOUR PASSWORD?

*

Batam - Sebagai bentuk menjaga dan menghindari dampak kerusakan dari kabel laut yang membentang di sepanjang wilayah Indonesia, Triasmitra Group bersama institusi terkait menggelar Sosialisasi Pengamanan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya di Swiss-Bel Hotel Harbour Bay Batam Center, Selasa(15/10/2019) pagi.

Sebagaimana diketahui, Kabel laut merupakan infrastruktur yang harus dilindungi keamanannya oleh operator pemilik kabel laut, karena menyangkut kepentingan publik untuk menyatukan Indonesia melalui jaringan Telekomunikasi. Penjagaan SKKL ini terbilang penting mengingat 99 persen lalulintas internet dunia ditopang oleh SKKL.

Selain itu, Gateway SKKL Indonesia menuju jaringan internasional mayoritas via Singapura melalui area Batam. Dan Potensi kerugian para operator jika SKKL putus mencapai nilai miliar rupiah.

Dan dampak putusnya SKKL terhadap masyarakat sangat besar, yaitu terganggunya transaksi perbankan, perdagangan, layanan pemerintah pendidikan dan sebagainya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) khusus Batam, Capt Barlet mengatakan pelaksanan sosialisasi ini sangat penting. Mengingat, seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini, sarana yang paling tepat dan cepat dalam berkomunikasi maupun berinternet adalah menggunakan kabel optik di laut.

Selain itu, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau-pulau membuat kabel laut ini menjadi hal yang sangat bagus dan pas diterapkan di wilayah Indonesia . Sehingga diperlukan sistem komunikasi yang massal. Dan bisa menghubungkan pulau-pulau di Indonesian .

Karena kabel laut yang sudah digelar cukup panjang ini, sehingga para operator kapal dalam operasionalnya diharapkan bisa selalu bisa berkoordinasi. Sehingga bisa meminimalisir dampak negatif yang timbul dari adanya lego jangkar yang dikhawatirkan dapat merusakan jaringan kabel laut.

“Sosialisasi ini diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada operator hingga pengguna jasa laut untuk berhati-hati dalam melaksanakan operasionalnya dilaut khususnya di titik-titik yang ada kabel laut,” jelasnya.

Ia pun berharap, melalui sosialisasi ini keselamatan kabel laut ini bisa menjadi perhatian bersama. Karena keselamatan kabel laut sangat berdampak pada sektor ekonomi hingga keamanan.

“Untuk itu, diharapkan operator kapal bisa memahamai, menguasai dan mensosialisasikan hal ini ke jajarannya. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari. Untuk itu, mari bersama-sama menjaga kabel laut. Sehingga dapat menunjang kemajuan bangsa dan bermanfaat bagi kita semua,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama Triasmitra, Titus Dondi. Menurutnya, kabel laut ini juga sejalan dengan visi dan misi dari Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan program Tol Langit.

Dimana Tol langit adalah ribuan kilometer sistem komunikasi kabel laut, yang tergelar dan menghubungkan semua pulau di Indonesia. Mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, NTT serta Papua. Dan semuanya sudah terkoneksi dengan baik menggunakan kabel laut ini.

“Lalu apa pentingnya Tol Langit? Ini adalah impian dari bangsa Indonesia untuk menjadi surganya data internet. Dan perlu diketahui juga, bahwa Batam dan Kepri merupakan pintu gerbang yang merupakan titik koneksi dari seluruh kabel laut di wilayah Indonesia . Dan semuanya terhubung ke Batam dan selanjutnya, menuju hub di Singapura Utnuk masuk ke gateway internasional,” jelasnya.

Itu artinya, tambahnya, komunikasi data dan internet sangat tergantung pada pengoperasian secara terus menerus dari kabel laut khususnya di wilayah Batam dan Kepri. Jadi ketika komunikas internet dan media sosial mengalami gangguan. Itu biasanya terjadi oleh adanya kabel laut yang rusak.

Itu artinya, tambahnya, komunikasi data dan internet sangat tergantung pada pengoperasian secara terus menerus dari kabel laut khususnya di wilayah Batam dan Kepri. Jadi ketika komunikas internet dan media sosial mengalami gangguan. Itu biasanya terjadi oleh adanya kabel laut yang rusak.

 

 

 

 

Source: www.idnnews.id

Batam - PT Ketrosden Triasmitra (Triasmitra) bekerjasama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam mengadakan acara Sosialisasi Pengamanan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Wilayah Kepulauan Riau dan Batam, Selasa (15/10/2019).

Sosialisasi dilakukan dengan mengundang para agen dan pemilik maupun asosiasi yang bergerak di bidang perkapalan dan pelayaran yang terdaftar di KSOP Khusus Batam dan KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun.

Acara ini dihadiri juga oleh perwakilan dari pihak Kementerian Pertahanan RI, Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Pinang, KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Kepulauan Riau, Pangkalan Utama TNI AL IV Tanjung Pinang, Pangkalan TNI AL Batam, Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun, PT Palapa Ring Barat, dan Asosiasi Pemilik SKKL Indonesia (ASKALSI).

CEO/Presiden Direktur Triasmitra Group, Titus Dondi menjelaskan sosialisasi dan edukasi dilakukan agar para agen, pemilik maupun asosiasi kapal dan pelayaran memahami posisi SKKL yang menjadi infrastruktur strategis dalam mendukung visi Presiden untuk Indonesia Unggul.

"Seperti kita ketahui, Pak Jokowi baru saja meresmikan Tol Langit atau SKKL Palapa Ring kemarin. Ini menunjukkan pemerintah memiliki perhatian tinggi terhadap keberadaan SKKL karena perannya yang strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai Digital Paradise," ungkap Titus dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Titus mengungkapkan, SKKL Palapa Ring yang dibangun pemerintah memiliki ketersambungan dengan wilayah perairan Kepulauan Riau dan Sekitarnya mengingat Batam menjadi gerbang internet Indonesia menuju Hub ke Singapura sebelum ke jaringan global.

"Sebagai pihak yang dipercaya untuk Managed Service Palapa Ring Barat, Triasmitra merasa perlu melakukan sosialisasi karena masih ditemukan kapal-kapal yang melakukan aktivitas pelayaran di wilayah perairan Kepulauan Riau dan sekitarnyasalah lokasi “parkir” dan menyebabkan kerusakan jaringan SKKL di wilayah tersebut. Ini kan bisa mengancam keberadaan Tol Langit yang kita banggakan," papar Titus.

Dijelaskannya, kerusakan SKKL menimbulkan biaya yang besar untuk pemulihan, dan bisa mengganggu koneksi jaringan internet di wilayah Kepulauan Riau maupun jaringan internet secara nasional karena Kepulauan Riau khususnya Batam saat ini masih menjadi gerbang koneksi internet Indonesia dengan jaringan luar negeri.

Diingatkannya, perusakan SKKL oleh aktivitas kapal juga dapat diproses secara hukum.

Undang Undang yang berlaku secara umum yaitu KUHP dan KUHAP diperkuat dengan Undang Undang Telekomunikasi menyebutkan tentang konsekuensi hukum bagi pihak yang menyebabkan gangguan atau kerusakan perangkat telekomunikasi termasuk SKKL yang merupakan tulang punggung bagi telekomunikasi.

"Kami bersama SOP Khusus Batam berharap dengan adanya acara sosialisasi ini kerusakan SKKL akibat aktivitas kepal/pelayaran dapat ditekan seminimal mungkin sehingga telekomunikasi tidak mengalami gangguan agar tujuan utama SKKL untuk memajukan Indonesia di tengah persaingan global dapat tercapai," pungkasnya.

Kepala KSOP Khusus Batam Capt. Barlet Silalahi menambahkan, para pemilik atau nakhoda kapal harus memperhatikan jalur yang dilaluinya dan menghindari rute yang ada SKKL di bawahnya.

"Nakhoda kapal kita harapkan memahami tanda-tanda dimana ada SKKL di bawah laut dan menghindarinya. Harap diingat, jika SKKL terganggu, stabilitas bisa terganggu pula karena komunikasi putus," katanya.

Sementara Kasubdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air, Een Nuraini Saidah mewakili Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyatakan mendukung program pembangunan SKKL di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Kepulauan Riau yg berhadapan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura.

"Mengingat jalur SKKL yang dikelola PT. Triasmitra berada pada alur pelayaran yang sangat padat, pengamanan jalur SKKL dimaksud sangat diperlukan baik sebelum maupun sesudah penanaman dan penggelaran jalur dilaksanakan. Untuk itu, dihimbau kepada PT. Triasmitra selalu berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar sinergitas dapat tercapai dan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lindungan maritim," katanya.

Seperti diketahui, Palapa Ring merupakan proyek pembangunan backbone jaringan serat optik nasional yang menghubungkan seluruh 514 ibukota kabupaten/kota di Indonesia yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Non-KPBU.

Penggelaran Palapa Ring oleh Pemerintah sepanjang lebih dari 12.000 km di 57 kabupaten/kota di 11 provinsi dengan skema KPBU merupakan wujud dari kebijakan afirmatif pemerintah untuk menyediakan internet cepat di wilayah-wilayah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T) yang secara komersial tidak feasible untuk dibangun oleh pihak swasta.

Palapa Ring merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang monitoring dan evaluasinya dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Triasmitra dipercaya sebagai managed service SKKL yang dibangun PT Palapa Ring Barat sebagai Pemenang tender Palapa Ring Barat.

Selain itu, Triasmitra juga mengoperasikan SKKL Jakarta-Surabaya atau Jayabaya Cable System, Jakarta – Bangka – Batam – Singapura (B2JS) Cable System, Surabaya – Denpasar Cable System (SDCS), Ultimate Java Backbone (UJB), dan DAMAI Cable System.

 

 

 

 

 

Source: www.tribunnews.com

TOP