Rising 8: Infrastruktur yang Dirancang untuk Era AI, Cloud, dan Platform Digital
07 Jul 2026
.png)
AI Mengubah Cara Dunia Terhubung
Setiap permintaan ke platform AI, setiap video yang diputar melalui layanan streaming, setiap transaksi digital, hingga setiap data yang diproses di cloud bergantung pada satu infrastruktur yang jarang terlihat, namun sangat vital: sistem kabel laut.
Lebih dari 95% lalu lintas internet internasional ditransmisikan melalui kabel laut, menjadikannya fondasi utama bagi layanan cloud, Artificial Intelligence (AI), platform digital, hingga ekonomi digital global (Reuters, 2026).
Namun, perubahan yang terjadi bukan hanya pada volume trafik. Artificial Intelligence (AI) juga mengubah cara data berpindah di jaringan global. Jika sebelumnya sebagian besar trafik bergerak dari pengguna menuju server (north-south traffic), kini semakin banyak data berpindah antar data center, antar cloud region, dan antar GPU cluster untuk mendukung proses training maupun inference model AI (Telegeography, 2025) (Asia Tech Lens, 2025).
Bagi penyedia cloud, hyperscaler, maupun platform digital global, pertanyaannya tidak lagi "apakah tersedia bandwidth?", melainkan "apakah infrastruktur ini mampu mendukung ekspansi AI dan cloud kami dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan?".
AI Mengubah Cara Perusahaan Berinvestasi pada Infrastruktur
Pertumbuhan AI tidak hanya meningkatkan kebutuhan bandwidth, tetapi juga mengubah cara perusahaan membangun jaringan internasional.
Infrastruktur jaringan yang sebelumnya berperan sebagai pendukung operasional kini menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan. Hal ini terlihat dari semakin aktifnya perusahaan teknologi global berinvestasi pada sistem kabel laut untuk memperoleh kapasitas yang lebih besar, diversifikasi rute, serta kendali yang lebih baik terhadap arsitektur jaringan mereka sendiri (Telegeography, 2026) (IEEE, 2026).
Bagi hyperscaler, konektivitas internasional bukan lagi sekadar biaya operasional. Infrastruktur jaringan kini menjadi bagian dari strategi bisnis yang menentukan kualitas layanan, pengalaman pengguna, serta kemampuan perusahaan dalam mendukung pertumbuhan AI, cloud computing, content delivery, dan layanan digital lainnya.
Apa yang Kini Dicari Hyperscaler?
Saat mengevaluasi kapasitas baru, perusahaan global tidak lagi hanya membandingkan harga bandwidth. Ada empat aspek utama yang kini menjadi pertimbangan dalam merancang infrastruktur jaringan jangka panjang.
1. Kapasitas yang Siap Mengakomodasi Pertumbuhan AI
AI menghasilkan perpindahan data dalam skala yang jauh lebih besar dibandingkan aplikasi digital konvensional. Seiring berkembangnya AI generatif dan cloud computing, kebutuhan bandwidth diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, perusahaan membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan trafik untuk jangka panjang, bukan hanya memenuhi kebutuhan saat ini (TeleGeography, 2025) (Reuters, 2026).
Rising 8 dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan kapasitas hingga 400 Tbps, sehingga memberikan ruang bagi pelanggan untuk terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas.
2. Memperkuat Keandalan Jaringan
Bagi perusahaan digital berskala global, menjaga kontinuitas layanan merupakan bagian penting dari strategi bisnis. Selain kapasitas, ketersediaan alternatif konektivitas pada koridor strategis menjadi semakin penting untuk meningkatkan ketahanan jaringan di tengah meningkatnya kebutuhan trafik maupun potensi gangguan operasional (SSC Subsea Cables by Telecom Review, 2026).
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Rising 8 dikembangkan sebagai sistem kabel laut yang melengkapi SKKL B2JS pada koridor Jakarta–Batam–Singapura. Dengan kapasitas yang lebih besar, Rising 8 menghadirkan alternatif konektivitas bagi pelanggan sekaligus memperkuat strategi redundansi jaringan, sehingga perusahaan memiliki lebih banyak pilihan dalam membangun konektivitas yang andal dan siap mendukung pertumbuhan kebutuhan bandwidth di masa depan.
3. Konektivitas yang Lebih Efisien Menuju Data Center
Performa jaringan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas kabel laut. Lokasi cable landing station, efisiensi jalur backhaul, serta kedekatannya dengan data center turut memengaruhi latensi dan kualitas layanan secara keseluruhan.
Bagi penyedia cloud dan platform digital, efisiensi konektivitas end-to-end menjadi semakin penting untuk memastikan pengalaman pengguna tetap optimal, terutama ketika volume trafik terus meningkat. Karena itu, perusahaan tidak lagi hanya mengevaluasi kapasitas kabel, tetapi juga keseluruhan arsitektur konektivitas yang mendukung layanan mereka.
Pendekatan tersebut turut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan Rising 8 di koridor Jakarta–Batam–Singapura, sehingga mampu mendukung kebutuhan konektivitas menuju ekosistem data center yang terus berkembang di kawasan.
4. Kepastian Kapasitas untuk Jangka Panjang
Bagi perusahaan yang merencanakan ekspansi jaringan dalam jangka panjang, kepastian kapasitas menjadi salah satu pertimbangan penting.
Rising 8 menyediakan skema Indefeasible Right of Use (IRU) yang memberikan hak penggunaan kapasitas dalam jangka panjang, sehingga pelanggan dapat merancang strategi pengembangan jaringan secara lebih terencana sesuai kebutuhan bisnisnya.
Mengapa Koridor Jakarta–Batam–Singapura Semakin Strategis?
Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia. Seiring meningkatnya investasi data center, cloud region, dan infrastruktur AI, kebutuhan terhadap konektivitas internasional di kawasan ini juga terus meningkat (TeleGeography, 2026).
Dalam konteks tersebut, Batam semakin menarik perhatian sebagai salah satu lokasi pengembangan infrastruktur digital di Asia Tenggara. Kedekatannya dengan Singapura, ketersediaan ruang untuk pengembangan infrastruktur digital, serta semakin berkembangnya ekosistem data center menjadikan Batam sebagai salah satu simpul konektivitas digital yang semakin penting di Asia Tenggara (W.Media, 2026) (NeutraDC, 2026).
Bagi hyperscaler dan penyedia cloud, kombinasi Jakarta, Batam, dan Singapura menawarkan peluang untuk membangun arsitektur jaringan yang lebih efisien sekaligus meningkatkan diversifikasi lokasi infrastruktur.
Melalui koridor Jakarta–Batam–Singapura, Rising 8 menghadirkan kapasitas baru yang mendukung kebutuhan konektivitas internasional sekaligus menambah pilihan jalur konektivitas internasional bagi perusahaan yang terus memperluas infrastruktur digitalnya di kawasan.
Rising 8 Dibangun Berdasarkan Kebutuhan Industri Saat Ini
Melihat arah perkembangan industri tersebut, Triasmitra Group merancang Rising 8 bukan sekadar sebagai tambahan kapasitas baru, tetapi sebagai infrastruktur yang siap mendukung kebutuhan konektivitas generasi berikutnya.
Dengan kapasitas hingga 400 Tbps dan status Ready for Service (RFS), Rising 8 siap mendukung kebutuhan hyperscaler, penyedia cloud, OTT, operator telekomunikasi, maupun perusahaan digital lainnya yang membutuhkan konektivitas internasional berkapasitas tinggi.
Selain menyediakan skema Indefeasible Right of Use (IRU), Rising 8 juga didukung oleh kapabilitas operasional Triasmitra Group yang terintegrasi, mulai dari proses deployment menggunakan CLV Bentang Bahari, layanan maintenance kabel laut, hingga Managed Service yang telah mendukung berbagai sistem kabel di Indonesia.
Dengan pengalaman lebih dari 32 tahun di bidang infrastruktur telekomunikasi, Triasmitra Group terus berkomitmen menghadirkan solusi konektivitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan Asia Tenggara.
Mari Diskusikan Strategi Konektivitas Anda
Setiap kebutuhan jaringan memiliki karakteristik yang berbeda.
Baik Anda sedang memperluas cloud region, membangun infrastruktur AI, meningkatkan redundansi jaringan, maupun mencari kapasitas internasional baru, Rising 8 siap mendukung strategi konektivitas jangka panjang perusahaan Anda.
Jika perusahaan Anda sedang mengevaluasi kebutuhan kapasitas internasional atau merancang strategi konektivitas jangka panjang, tim Triasmitra siap berdiskusi untuk memahami kebutuhan tersebut dan mengeksplorasi solusi yang paling sesuai.
Telepon: (+62) 21 2208 5100 / (+62) 21 2208 5103
Email: corporate.contact@triasmitra.com
Atau sampaikan kebutuhan Anda melalui formulir kontak di www.triasmitra.com/contact-us.
Tags: Rising 8, Submarine Cable, Digital Infrastructure, Cloud Connectivity, Hyperscaler, Jakarta-Batam-Singapore
EN
ID